25 Maret 2008 Maia Lahir

maya-usia-1hr
Menantikan kelahiran bayi yang telah kita kandung +/_ 9 bulan rasanya sangatlah mendebarkan. Segala teori kita lahap, persiapan fisik, persiapan keuangan, persiapan perlengkapan, persiapan mental telah kita lakukan tapi tetap aja perasaan was-was tidak bisa dihilangkan. Begitu bayi berusdia 38 minggu, dia bisa lahir kapan aj tanpa bisa kita rencanakan (kecuali yang mau caesar)

Hari itu senin 24 Maret 2008 adalah hari pertama saya cuti, dan saya pun melakukan aktivitas seperti ibu2 rumah tangga yang lain eperti nyapu, ngepel, nyuci dll lach. Hari-hariku biasa banget seperti hari2 kemaren, cuma karena dah due date lahiran maka ak selalu mengingatkan suamiku untk tidak meninggalkan rumah kalau tidak penting-penting amat. Malampun menjelang dan ak di rumah sendirian krn suami ad kerjaan di luar.
jam 19.30 kukirim sms “mas pulang dong… ak BT sendirian di rumah”
M = ” Ya 15 menit lagi ak pulang koq” dan ternyata dia baru pulang jam 20.15 WIB (agak-agak kesel juga sech…)
Kurang lebih jam 9 malam perutku mules tapi cm bentar, trus mules lagi jam 10. ak bilang ma suamiku
” mas sepertinya mulai kontraksi perutku ”
” masa? ”
aku trus menghitung frekwensi mules sampai pada puncaknya jam 03.30 dini hari aku keluar air ma darah, langsung ak bangunin sumiku dan dengan berjalan kaki pelan2 kita nyari taksi dan jam 4 kita nampai di klinik. Ketika membuka pintu sambutan yang ak trima agak2 bikin aku down. Perawat nanya ” dah mules2 ya bu? aduh.. taruh mana nech….”
Tenrnyata di dalam dah ad 4 pasien yang mau melahirkan bahkan ada yang masuk dari senin sore.
Mulesss….. nya gak usah diceritain ya…..
Setelah cek bukaan, tensi segala macam ak disuruh menunggu di ruang perawatan karena 2 ruangan lahiran penuh. Ak masuk ke ruang perawatan ternyata di disitu juga ada pasien lain yang mau lahiran juga. Entah karena apa pasien yg satu kamar sama ak kontraksinya ilang total dan setelah di periksa lengkap malah disuruh pulang dulu untuk nunggu mulesnya.
Sementara saya masih terus menahan mules2 yang makin cepat frekwensinya dan makin “enak” rasanya untuk dinikmati.
Dengan segala rasa dan proses yang lumayan agak menegangkan, Alhamdulillah Puji Syukur kepada Allah akhirnya Maia lahir dengan berat badan 2,6 kg dan panjang 47 cm. Alhamdulillah juga Maia lahir ditemenin papanya dari proses awal sampai selesai tuntas tas tas tas… Bener2 semangat yang di berikan suamiku sangat membantuku. Dan tentunya pertolongan bidan Rina Sundari beserta 5 asistennya yang sangat cekatan membuat proses lahiranku lebih bisa dinikmati daripada cerita cerita orang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: