Bimbim sang inspirator

Kjadian ini sebetulnya suadah hampir sepuluh tahun yang lalu, tapi sampai sekarang tak bisa lepas dari memori ingatanku (caileee).
Banyak hal yang trejadi dan saya alami karna adanya SLANK dan SLANKER, baik yang menyenangkan, menyedihkan, menyebalkan, menantang sampai yang menakjubkan he..he..he.
Tahun 1999-2000 ak masih jadi slanker tulen 100%. Waktu itu ak kerja di sebuah daerah kecil di wilayah Cilacap Jawa Tengah tepatnya di Kroya. Kenapa ak pakai istilah Slanker tulen 100%, karena dimanapun ada konser SLANK yang tidak mengganggu jadwal kerjaku pasti ak nonton, ak masih update terus info konser SLANK, kl ad waktu luang suka kongkow di Slanker Club Purwokerto (apa kbr mas Amien) karena kbetulan slanker club yang dah diresmikan oleh SLank yang paling dekat denagn kroya ya yang dipurwokerto ini.
Lanjut ke ceritaku….
Ceritanya saat itu aku punya murid yang badung banget, nyebelin, dekil dan banyak hal negatif yang bisa kebaca dari tampilannya. Bahkan sampai luluspun kayaknya ilmu yang ak ajarin ga ada yang nyantol dech. Setiap kali jam belajar kalau gak telat, ya… gak ngerjain tugas trus bawaannya bolak-balik kamar mandi. Nach aktifitas bolak-balik kamar mandi ini yang bikin ak curiga kalau dia pakai narkoba, apalagi lihat matanya yang selalu sayu dan kusut tampangnya.
Setelah beberapa kali ak perhatiin akhirnya pas jam belajar dan lagi2 dia ijin ke toilet, tasnya ak buka, ketemu dompet ak buka lagi. Dan Wouwwww do you know what? Begitu Dompet di Buka yang nongol adalah Foto Mas BIMBIM. (nich cowok koq masang foto cowok ya…?) trus ak buka buku2nya isinya cm gambar logo SLANK dan syair2 lagi Slank serta lagi-lagi Bimbim yang ada disitu. Aku bikin kesimpulan sendiri kl hidupnya penuh dengan bimbim dan Slank.
Begitu dia balik dari kamar mandi (kebetulan lg tugas kelas yang harus dikerjakan di papan tulis) aku deketin dia, sambil aku tepuk pundaknya aku bilang
“Bim… kamu kerjakan tigas no 8 di depan”
“Siapa Mbak, saya? Tadi Mbak manggil ak apaan?” (kulihat matanya yang bersinar karena gembira di panggil Bim
“Yach.. kamu maju, Kamu ngefans ma Bimbim khan?”
“Iya mbak” ” Makasih ya mbak”
Usai jam kursus dia gak pulang tapi minta waktu untuk ngobrol, dan akhirnya dugaanku benar kalau dia pakai narkoba.\
Hubungan kami pun lebaih bagus dari sebelumnya karena dia (sorry ak lupa nama aslinya krn sampai tulisan ini dibikin ak masih memanggilnya BIMO) merasa mendapat perhatian yang hilang karena keluarganya broken home. Ak masih ingat ketika Bimo ak ajak nonton konser SLANK di Purwokerto (kalau gak salah tahun 1999 akhir/ album 999+99) bareng Vita (slanker tulen yang juga luruh setelah berkeluarga), dia serasa mendapat hadiah yang paling mahal. Dari sini kusadari bahwa pengaruh mas bimbim dan Slank sangat kuat pada kehidupan Slanker Indonesia.

Bimo and Vita…. kamu dimana sekarang? Kl baca tulisanku ini kontak2 ya….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: